Punthuk Setumbu Magelang

Punthuk Setumbu, Puisi Fajar Untuk Sahabat

Aku memang selalu rindu untuk pulang. Bukan pada kampung halaman, hanya kota kecil dimana aku pernah tumbuh dan dibesarkan, diajar sendiri oleh alam, pun lebih sering oleh kejadian, atau malah kehidupan? Ah terserah kalian saja bagaimana menyebutkan. Rasanya kalimat “kehidupan” terlalu murah untuk dituliskan. Terobsesi menjadi seorang rocker saat remaja (hahaha hal ini selalu saja…

Gabriella Legi

Kembali Dari Kehilangan

Ah maaf. Rasanya jariku tak pernah lagi menari, di antara kotak demi kotak keybord laptop yang nampaknya murung berdebu. Jujur, untuk memulai kalimat ini jariku begitu kaku, mengikuti rasa yang terlalu lama beku. Lebih dari 60 hari rasanya aku terlalu sibuk bergelut dengan diri. Mencoba memalsukan keadaan yang terlalu sedih, menjadi hari yang lebih berarti.…

Visit Lawang Sewu Semarang Jawa Tengah

Lawang Sewu Bukan Rumah Hantu

“Allahuakbar! Allahuakbar! Assalamu’alaikum, siapa namamu? Darimana asalmu? Allahuakbar!,” lantang suara seorang berbusana thawb (busana adat Arab) praktis dengan surban yang menutup seluruh pundak dan dadanya. Tak lupa, juga dengan hitam jenggot yang memanjang seperti penampilan Rumi muda. Begitulah yang terekam di kepala seketika kuinjakkan kaki tepat di depan gapura megah Lawang Sewu di Semarang. Ingatan…

Folk Travel Indonesia | Indonesia Travel Blog

Hadir Utuh Dalam Perjalanan

“Jalanan setapak dan selicin ini tak mungkin kulalui lagi. Ah apalagi kabut terlalu tebal menutup sorot lampu kendaraan.” Gelap itu benar – benar sunyi, seperti tak ada satupun rumah berpenghuni. Hanya aku, mesin motor yang berteriak memaksa menanjak, setumpuk gulungan peralatan kemah, dan jurang dalam di kiri dan kanan. Sudah terpikir olehku sebelumnya, senja yang…

Folk Travel Indonesia | Indonesia Travel Blog

Jangan Sentuh Karang Boma

Sore itu, pekan yang telah memasuki akhir kesibukannya terasa memadati jalanan Kota Denpasar hingga Pantai Kuta. Riuh derap langkah wisatawan, gamelan yang melengking nyaring di banjar – banjar, dan masyarakat lokal yang bersiap melaksanakan ibadah mewarnai Pulau yang kian sempit ini. Wajar saja, Bali kini lebih mirip seperti metropolitan daripada Pulau Wisata dan Budaya.  …

Folk Travel Indonesia | Indonesia Travel Blog

Makrifat Mangku Sakti

Ijinkan aku kabarkan Mangku Sakti kepadamu sahabatku.. Dulu, di ujung timur Pulau Lombok ini telah hidup seorang sakti mandraguna. Dengan cinta, Tuhan titipkan kebesaran Rinjani di tangannya. Juga kemaslahatan hidup masyarakat yang tinggal di lereng keagungannya.   Titi Kastura, beliau adalah tetua yang setia menjaga Rinjani dan penduduk di sekitarnya. Bersahabatkan seekor Kuda Sembrani ia…

Folk Travel Indonesia | Indonesia Travel Blog

Gunung Ijen: Kotoran Di Balutan Hutan

Stasiun Purwosari menitipkanku pada rentetan gerbong bernama Sri Tandjung, ia akan mengantarkan langkahku pada malam di Banyuwangi. Tak ada tujuan yang terjadwal di secarik kertas maupun smartphone. Hanya berjalan, mengikut ke arah mana bayu melaju. Hanya saja yang aku tau Banyuwangi memiliki sejuta misteri yang menarik untuk dikenal lebih dekat lagi. Perjalanan ini akan memakan…

Folk Travel Tales Indonesia

Ada Indonesia Di Sana

“Hujan pegunungan itu biasa, sebentar lagi juga reda,” celetuk enteng sahabatku Zuhdi, di saat gelap hutan dan deras hujan berbadai mewarnai perjalanan kami dari Kintamani menuju Badung kala itu. Mungkin pemuda satu ini sesekali harus merasakan kerasnya hujan es di pegunungan Rinjani.   Semalam sudah aku bercinta bersama dingin bumi Sembalun. Dengan pesangon beberapa ikat…

Folk Travel Tales Indonesia

Pacitan Aku Kembali

Sahabatku Hanafi telah lebih dulu berpulang ke rumah peristirahatan, di pangkuan Tuhan. Setelah ganas ombak laut selatan Pacitan berhasil memeluk tubuh pecinta alam, yang hendak mengumpulkan sampah anorganik dari cantiknya Teleng Ria. Betul, Pacitan. Tujuh tahun sudah kecewa mendekap niatku untuk singgah kembali di bumi itu. Hingga akhirnya niat suci berjalan ke Kota Malang tertunda,…

Folk Travel Indonesia | Indonesia Travel Blog

Sembalun: Bercinta Di Lombok Timur

Sebungkus nasi putih lengkap dengan sayuran dan juga beberapa potong kerupuk terlihat begitu ikhlas mengganjal perut. Pagi itu sebelum segelas kopi setia dengan pekatnya menggugah adrenalin. Perjalanan ini tidak begitu jauh, tidak juga mudah untuk dibilang dekat. 2 jam mengendarai sekuter matic menuju dermaga. Hingga lelap tertidur selama 5 jam di atas samudra yang tenang…

error: Maaf, Konten Dilindungi