“Berdansa sore hariku, sejiwa alam dan duniamu, melebur sifat kakuku.” Fourtwnty – Fana Merah Jambu Senin itu pekat, aku seperti berjelaga dalam kebosanan di antara ranjang empuk dan terik yang mengganas di luar. Hari ini memang tak seperti biasanya; terjaga oleh ketergesaan dan rasa takut terlambat memasuki ruang kantor yang di setiap titik kulihat orang – orang hanya sibuk dengan monitor, dengan bibir jontor, juga kulit yang kian kendor. Sebab Minggu ku yang telah menunggu terpaksa kulewati dengan jabatan…
Browsing Tag
Dongeng Perjalanan
-
“Allahuakbar! Allahuakbar! Assalamu’alaikum, siapa namamu? Darimana asalmu? Allahuakbar!,” lantang suara seorang berbusana thawb (busana adat Arab) praktis dengan surban yang menutup seluruh pundak dan dadanya. Tak lupa, juga dengan hitam jenggot…
-
“Hujan pegunungan itu biasa, sebentar lagi juga reda,” celetuk enteng sahabatku Zuhdi, di saat gelap hutan dan deras hujan berbadai mewarnai perjalanan kami dari Kintamani menuju Badung kala itu. Mungkin pemuda…



