“Berdansa sore hariku, sejiwa alam dan duniamu, melebur sifat kakuku.” Fourtwnty – Fana Merah Jambu Senin itu pekat, aku seperti berjelaga dalam kebosanan di antara ranjang empuk dan terik yang mengganas di luar. Hari ini memang tak seperti biasanya; terjaga oleh ketergesaan dan rasa takut terlambat memasuki ruang kantor yang di setiap titik kulihat orang – orang hanya sibuk dengan monitor, dengan bibir jontor, juga kulit yang kian kendor. Sebab Minggu ku yang telah menunggu terpaksa kulewati dengan jabatan…
Browsing Tag

