Folk Travel Indonesia | Indonesia Travel Blog

Senja Untukmu, Perempuanku

“Dunia urung puas merusak manusia,” katamu beberapa bulan lalu. Tapi tegaklah ke langit luas manisku, biru lazuar berbinar tersenyum kepadamu..   Sore itu jenuh. Dinding dan atap begitu angker untuk sekedar aku berkata cinta. Nalarku tak lagi mampu berkata – kata. Dan kau. Kau pun hanya terdiam, dan demi setan aku tak pernah tau apa…

error: Maaf, Konten Dilindungi