“Langkahku tak mengenal jauh, ataupun dekat. Ia selalu berjalan seturut Cinta memanggilnya.” Pagi ini benar – benar tak mampu ku mengerti. Tak henti – henti ia bercanda dengan hati yang tenang, singgah di dalam tubuh yang enggan melangkah. Langit sembilan wita mendung, tak kulihatnya lagi burung – burung gereja bermain bercanda lucu di depan teras kamar. “Aku tak kemana – mana,” ucapku lirih dalam kepala. Angin di dalam terhembus kencang, membawa sisa – sisa bayangan tanah luhur…
Browsing Tag

