“Jalanan setapak dan selicin ini tak mungkin kulalui lagi. Ah apalagi kabut terlalu tebal menutup sorot lampu kendaraan.” Gelap itu benar – benar sunyi, seperti tak ada satupun rumah berpenghuni. Hanya aku, mesin motor yang berteriak memaksa menanjak, setumpuk gulungan peralatan kemah, dan jurang dalam di kiri dan kanan. Sudah terpikir olehku sebelumnya, senja yang hanya tinggal menantinya jingga bukanlah saat yang tepat untuk menempuh perjalanan Kuta – Karangasem. Ditambah lagi lokasi perkemahan yang tak terlalu jelas titik pusat koordinatnya.…
Browsing Tag

