“Hujan pegunungan itu biasa, sebentar lagi juga reda,” celetuk enteng sahabatku Zuhdi, di saat gelap hutan dan deras hujan berbadai mewarnai perjalanan kami dari Kintamani menuju Badung kala itu. Mungkin pemuda satu ini sesekali harus merasakan kerasnya hujan es di pegunungan Rinjani. Baca Juga: Hadir Utuh Dalam Perjalanan Semalam sudah aku bercinta bersama dingin bumi Sembalun. Dengan pesangon beberapa ikat bawang bagong dan juga buah strawberry segar aku pamit kembali ke Mataram. Kabut tipis dan awan yang perlahan…
Browsing Tag

